Pasarwajo – Kompleks perkantoran Takawa atau Perkantoran Bupati Buton akan disulap oleh tangan dingin Pj Bupati Buton, Drs Basiran MSi. Sejumlah ide gagasan sudah direncanakan dalam memoles kawasan perkantoran yang menjadi wadah pelayanan administrasi Pemerintahan dilingkup Pemkab Buton itu.
Langkah demi langkah sudah mulai dilakukan, diantaranya dengan melakukan melaksanakan kegiatan Jumat bersih di areal Kompleks Pusat Perkantoran Pemkab Buton dan Alun-alun Takawa, Pasarwajo, Jumat (2/9/2022). Kegiatan ini ditinjau langsung Pj Bupati Buton, Drs Basiran MSi, didampingi Sekda Buton, Asnawi Jamaluddin SPd MSi.
“Saya akan mempercantik Takawa. Sehingga pusat perkantoran dan semua sarana yang dibangun oleh Bupati terdahulu bisa dimanfaatkan dengan baik. Views di Takawa ini bagus sekali. Kita akan poles tamannya, kita percantik dengan Bunga. Sehingga banyak orang yang datang untuk berkunjung,” kata PBasiran ketika meninjau langsung kegiatan Jumat bersih.
Guna menambah kesan estetisnya, Takawa juga kata Kepala BPKAD Provinsi Sultra ini akan dilengkapi dengan lampu dan tulisan hias. Kemudian juga masyarakat dan ASN bisa melakukan aktivitas jual beli atau membuka kedai-kedai kopi.
“Orang-orang bisa datang untuk diskusi sambil menikmati views Takawa yang menyejukan mata. Orang datang selfi-selfi, pasti belanja. Apakagi kalau dilengkapi dengan wifi gratis,” katanya.
Jadi dengan begitu, Takawa, kata Mantan Kepala Kesbangpol Kalimantan Utara ini, bukan hanya ramai oleh ivent, tetapi ramai oleh orang-orang yang datang tertarik dengan Takawa.
“Takawa akan menjadi areal wisata pemerintahan,” kata Pj Bupati Buton.
Disatu sisi, Pj Bupati Buton juga menginginkan dan menekankan kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab Buton. Sehingga selain bersih dan cantik, pelayanan administrasi juga semakin baik.
Menurutnya, sejauh ini kehadiran ASN Buton masih cukup baik, hal itu dinilai melalui inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukannya di seluruh gedung perkantoran Pemkab Buton di Takawa, Jum’at siang (02,09/2022).
“Untuk kehadiran cukup bagus. Artinya kan setelah jumat, makan siang dan masih adanya pegawai di kantor itu menunjukkan kehadirannya masih cukup bagus,” tuturnya.
Selain meninjau kehadiran, sidak ini juga bertujuan memantau kelayakan bangunan dan sarana dan prasarananya bagi pegawai, sehingga menciptakan lingkungan kerja yang baik dan nyaman.
“Termasuk mengecek kondisi ruangan. Jangan sampai karena alasan ketidaknyamanan bekerja sehingga mereka malas masuk. Yang kedua keadaan gedungnya, jangan sampai gedungnya dalam keadaan rusak atau sarana dan prasarana di kantor masing-masing. Apakah dengan sarana dan prasarana yang dimiliki sudah cukup atau memang mereka tidak bisa memanfaatkan ruang yang ada,” jelas Basiran.
Dari hasil sidak ini, mantan Asisten 1 Sekda Provinsi Sultra mengungkapkan, masih menemukan ada sejumlah kantor yang membutuhkan pemeliharaan dan pembenahan guna menciptakan lingkungan kerja yang nyaman bagi para pegawai. Satu diantaranya Kantor Dinas Kesehatan yang ruangannya sangat sempit sehingga itu akan menyebabkan kenyamanan kerja yang kurang baik.
“Termasuk gedung yang digunakan ada yang bocor. Termasuk kebersihan kantor masih perlu ditingkatkan lagi. Ke depan perlu kita bicarakan dengan TAPD terkait ketersediaan anggaran yang ada, minimal ada perbaikan sehingga tidak semakin rusak,” jelasnya.












