Kendari – Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) akan menggelar Festival Budaya Kabanti dan Gambus di Ibu Kota Kabupaten Buton, Pasarwajo.
Ketua Panitia Pelaksana kegiatan La Ode Asrararuddin mengatakan, iven tersebut akan dilaksanakan pada 30 Oktober 2023 mendatang. Adapun jenis kegiatan yang disajikan pada acara itu diantaranya tarian tradisional, pentas musik gambus dan kabanti serta hiburan artis Ibu Kota.
“Dalam festival ini kita akan menghadirkan berbagai aktivitas yang mampu menghubungkan masyarakat Buton dari berbagai kelompok usia, latar belakang, dan pandangan. Dari lansia hingga generasi muda, dari seniman hingga penonton, semua akan bersatu dalam cinta dan apresiasi terhadap kebudayaan Buton yang kaya,” katanya.
DPD KNPI Sultra, kata Asraruddin memandang Bulan Oktober sebagai jadwal yang tepat dalam melaksanakan kegiatan karena merupakan bulan sumpah pemuda.
“Sebagaimana pemuda-pemudi pada tahun 1928 bersatu dalam tekad untuk mengangkat bangsa, kami juga ingin mengumpulkan masyarakat Buton, dari berbagai latar belakang, dalam semangat yang sama. Momen Sumpah Pemuda mengajarkan bahwa dalam perbedaan ada kekuatan, dan itulah yang kami ingin sampaikan melalui festival kebudayaan ini,” ujar Asra sapaan karib Asraruddin.
Lebih jauh Wakil Ketua bidang Otda dan kebijakan Publik DPD KNPI Sultra ini menjelaskan, gelaran kegiatan festival budaya kabanti dan gambus merupakan wujud komitmen DPD KNPI Sultra dalam mempertahankan kekayaan warisan budaya. Kemudian mendorong apresiasi dan pemahaman yang lebih dalam terhadap kebudayaan Buton di kalangan masyarakat lokal, nasional dan global.
“Festival budaya Kabanti dan Gambus akan menjadi lebih dari sekadar perayaan biasa. Ia akan menjadi perwujudan konkret dari semangat persatuan dalam keberagaman, semangat pemuda untuk berkontribusi, dan semangat cinta akan budaya dan tanah air,” ungkap Asra.
Melalui kegiatan tersebut masyarakat Buton diharapkan dapat bersatu dalam cinta dan apresiasi yang mendalam terhadap kekayaan budaya Buton yang unik, serta dapat menghidupkan kembali semangat kebanggaan masyarakat Buton terhadap identitas budaya. (adm)












