Baubau  

Pelajar SMPN 18 Baubau Dilarang Main Lato-Lato di Sekolah

Baubau – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 18 Baubau mengeluarkan kebijakan dengan melarang siswa-siswinya bermain lato-lato di lingkungan sekolah.

Hal ini diakui Kepala SMPN 18, Mahmud. Menurut Mahmud, larangan bermain lato-lato ini dilakukan lantaran suara yang dihasilkan dari permainan yang berasal dari Argentina itu dapat mengganggu proses belajar mengajar di sekolah.

“Ini dilakukan demi kenyamanan proses belajar mengajar tetap berjalan sebagaimana biasa,” kata Mahmud.

Dengan demikian, kata Mahmud, jika ditemukan siswa membawa dan bermain lato-lato ke sekolah, maka akan disita sementara waktu hingga jam pelajaran usai. Setelah itu akan diberikan kembali dengan syarat siswa tidak akan mengulanginya lagi.

Langkah pemusnahan akan dilakukan pihak sekolah kata Mahmud jika siswa masih mengulangi bermain lato-lato di lingkungan sekolah.

“Selama ini belum pernah ditemukan siswa bermain lato-lato saat jam belajar. Kita terus menghimbau dan mengingatkan siswa supaya tidak membawanya saat jam mengajar,” katanya.

Lebih lanjut Mahmud mengaku, larangan bermain lato-lato tersebut murni merupakan kebijakan sekolah sebab hingga saat ini belum ada perintah atau surat edaran langsung dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Baubau.

Selain alasan mengganggu proses belajar mengajar, tambah Mahmud larangan bermain lato-lato ini juga demi menjaga keselamatan siswa, karena disejumlah Daerah telah tersiar kabar terkait adanya siswa yang mengalami cedera akibat terkena bola dari lato-lato.

“Saya pernah lihat di media sosial ada anak-anak benjol karena terkena lato-lato. Untuk itu baiknya yang memainkan permainkan ini harus orang yang profesional supaya terhindar dari bahaya,” katanya.