Buton  

Serahkan SK CPNS, Basiran Berpesan Begini

Pasarwajo – Penjabat (Pj) Bupati Buton, Basiran, mengambil sumpah sekaligus menyerahkan Surat Keputusan (SK) 80 persen CPNS dan SK 100 persen PNS Lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton di Alun-alun Takawa, Selasa (2/5/2023).

Kegiatan dilangsungkan usai pelaksanaan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-27.

Pengambilan sumpah itu diikuti oleh 445 orang, terdiri dari 203 PNS senior dan 242 orang PNS yang baru menerima SK 100 persen.

Dalam kesempatannya, Basiran menyampaikan agar PNS yang baru diambil sumpahnya wajib memiliki sikap dan perilaku yang lebih baik.

“Hari ini kalian telah menjadi Pegawai Negeri Sipil, tentu pola tindak, pola sikap, perilaku dan sebagainya harus menyesuaikan kearah yang lebih baik, saya percaya saudara-saudara bisa melaksanakan kode Etik dan Norma sebagai PNS,” ujarnya.

Ia mengatakan, sebagai pelaksana roda pemerintahan, PNS telah diikat oleh kode etik dan pergerakan dan kemajuan daerah akan tergantung kepada teman-teman PNS.

“Karena PNS merupakan penyelenggara roda pemerintahan di daerah tentu kita dituntut berperilaku dan bersikap secara baik sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang telah diatur dalam Kode Etik Pegawai Negeri Sipil. Tentu saudara-saudara lebih paham, karena daerah ini kabupaten ini bisa bergerak cepat, bisa lebih baik, tentu tergantung dari anda semuanya yang hari ini dilantik sebagai PNS,” ungkapnya.

Basiran menegaskan pada PNS yang masih berdomisili jauh dari kantor agar mencari tempat tinggal yang dekat, karena hal tersebut dapat mengganggu kinerja.

“Kalau masih ada yang bolak-balik Baubau-Takawa Pasarwajo 120 km sehari dengan menaiki kendaraan roda dua itu sangat berbahaya, baik untuk tubuh kalian, keselamatan kalian. Kalau tidak mendapatkan rumah susun, baiknya ngekos atau mengontrak di Ibukota Kabupaten Buton jangan di Baubau,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar para PNS mengedepankan kedisiplinan dan loyalitas serta dalam menghadapi Pemilu 2024 dengan bersikap netral dan tidak terlibat dalam politik praktis dan politik identitas.

“Menghadapi Pemilu 2024 anda semua diikat dengan peraturan dan ketentuan terkait dengan bagaimana netralitas ASN. Sekali lagi hati-hati, karena jika anda sebagai PNS melibatkan diri dalam politik praktis atau politik identitas maka itu telah menyalahi netralitas dari Pegawai Negeri Sipil,” ucapnya.

Mantan Kepala Kesbangpol Provinsi Kalimantan Utara ini meminta agar PNS selalu menunjukan loyalitasnya, karena dengan loyalitas seseorang dapat dipercaya dan kepercayaan dalam dunia birokrasi sangat penting.

“Melalui kesempatan yang baik ini, Saya mengajak kepada anda semuanya agar senantiasa mengedepankan loyalitas, orang cerdas banyak, orang pintar banyak, tetapi orang yang loyal itu sangat sulit untuk kita dapatkan. Jangan munafikun, jangan di depan berkata lain, di belakang berkata lain sehingga sulit dipercaya. Kepercayaan dalam bekerja dan berkarir di dunia birokrasi pemerintahan itu sangat penting, kalau anda sudah tidak dipercaya oleh pimpinan, siapapun pimpinan anda akan sulit mempercayai. Oleh sebab itu dalam birokrasi pemerintahan loyalitas itu yang diutamakan,” tegasnya.

“Yang kedua, tentu disiplin, disiplin dalam arti sesungguhnya, kalau anda bekerja nanti ada atasan baru bekerja itu namanya ‘pagau-gau’, membohongi diri sendiri, kalau sudah terbiasa membohongi diri sendiri maka membohongi orang lain terasa gampang, kalau sudah sering berbohong anda tidak akan dipercaya,” sambung Basiran.

Diakhir sambutannya Basiran menghimbau agar PNS fokus pada tupoksi sehingga dapat melahirkan inovasi dan kreatifitas untuk kemajuan daerah.

“Dan yang terakhir fokus pada pekerjakan apa yang menjadi tugas dan tanggungjawab yang diberikan pimpinan, karena dengan fokus pada tugas dan fungsi kalian, dengan memberikan kontribusi terbaik kepada daerah ini sehingga bisa tercipta inovasi, kreatifitas, saran dan masukan kepada pimpinan Insyaa Allah kita akan lebih baik,” katanya.