Upaya Pemkab Buton Tingkatkan Perputaran Ekonomi di Daerah

Pasarwajo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton dibawah kepemimpinan Pj Bupati Buton, Drs La Ode Mustariterus mendorong perputaran ekonomi di daerah dengan berbagai cara dan upaya. Salah satunya dengan meresmikan Pasar rakyat Wajah Jaya di Kecamatan Lasalimu Selatan.

Pasar tersebut diresmikan Pj Bupati Buton yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Buton, Asnawi Jamaluddin, pada Kamis (7/9/2023). Pasar rakyat Wajah Jaya tersebut akan menopang delapan Desa di Kecamatan Lasalimu Selatan.

Peresmiannya ditandai penandatanganan prasasti oleh Sekda Buton, Asnawi Jamaluddin dan pengguntingan pita oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Buton, Ny. Kiki Amalia Asnawi.

Peresmian pasar tersebut juga dirangkaikan dengan ritual adat tahunan masyarakat Wajah Jaya yakni “Sedekah Bumi” yang merupakan wujud syukur masyarakat hasil panen yang melimpah.

“Pasar ini sudah dinantikan masyarakat. Sehingga sekitar dua tahun lalu masyarakat di sini (Wajah Jaya-red) sudah menyiapkan lahan untuk pembangunan pasar tersebut,” kata Sekda Asnawi dalam sambutannya saat itu.

“Terimakasih kepada ibu Kepala Desa Wajah Jaya yang selalu aktif dan kreatif untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat di Desanya,” lanjut Jenderal ASN Kabupaten Buton itu.

Ia berpesan agar pasar tersebut dapat dimanfaatkan dan dikelola sebaik mungkin, terlebih manajamennya, termasuk bagaimana caranya meramaikan pasarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perdagangan Buton Asruddin, dalam sambutannya, melaporkan pembangunan pasar Wajah Jaya yang merupakan anggaran APBN tahun 2022.

“Insya Allah kita akan lot dalam waktu dekat. Dan sudah ada 360 pedagang yang mendaftar untuk pemanfaatan pasar tersebut,” katanya.

“Semoga antusias warga disini, bisa meramaikan pasar. Mudah mudahan niat baik dan tulus hari ini yang ingin berdagang menjadikan berkah untuk masyarakat Buton sehingga perputaran ekonomi dapat berjalan dengan baik,” harap Asruddin.

Selain pasar, upaya lain Pemkab Buton dalam meningkatkan perekonomian daerah adalah meresmikan gerai Indomaret di Pasarwajo, pada Selasa (12/9/2023).

Indomaret tersebut berdiri di Tugu Nanas Bundaran Pasarwajo, tepatnya di eks Hotel Yustisari. Turut hadir dalam peresmian gerai tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Buton Asnawi Jamaluddin, sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daeran (Forkopimda), Kepala Dinas Perdagangan, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Camat Pasarwajo, dan para sejumlah tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya saat meresmikan gerai tersebut, Pj Bupati Buton La Ode Mustari menyebut, hadirnya Indomaret di Buton menjadi motivasi dan dorongan kepada pelaku usaha untuk dapat berinovasi mengembangkan usahanya.

Menurut Mustari, keberadaan Indomaret secara tidak langsung menyadarkan para pelaku usaha bahwa dalam berbisnis harus ada sebuah persaingan positif agar ada inovasi.

“Saya mengharapkan dari sini ada sentakan kesadaran, bahwa persaingan-persaingan bisnis itu harus ada. Kalau tidak ada sebuah realitas atau kondisi seperti ini, tidak akan tersentak kesadaran bahwa kita berupaya untuk lebih baik dari pada yang lain. Bahwa jangan tumbuhkan dalam diri kita untuk menolak siapapun yang baru,” katanya.

Dampak positif lainnya, jelas Mustari, adalah Indomaret akan merekrut karyawan yang secara tidak langsung membuka lapangan pekerjaan di Kabupaten Buton. Selain itu, salah satu program Indomaret adalah pemberdayaan UMKM lokal.

“Saya sepakat kalau misinya dalam pemberdayaan UMKM. Saya yakin dan percaya selama produk yang dihasilkan UMKM itu dapat bersaing, kualitas terjamin, saya kira kenapa tidak. Saya juga sepakat sekali jika Indomaret mengakomodir semua pegawai dari Pasarwajo ini,” ujarnya.

Pun demikian, Pemkab Buton akan terus memantau dan melakukan kajian terkait izin pendirian gerai Indomaret di beberapa tempat lain. Dikhawatirkan akan berbenturan dengan pedagang kecil nantinya.

“Pada kesempatan ini juga saya menyampaikan agar jangan buru-buru membangun tambahan di Pasarwajo ini, cukup satu saja dulu. Nanti dievaluasi kemudian melihat kondisi yang terjadi di masyarakat agar tidak terjadi antipati di masyarakat. Tolong OPD yang mempunyai otoritas dikaji benar-benar,” ungkap Mustari.

Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Sultra itu menyebut, kehadiran Indomaret merupakan aksesoris baru ibukota Buton. Ke depan akan ada perubahan yang terjadi di Pasarwajo dengan kehadiran lndomaret.

Mustari meminta Camat dan Lurah agar mensosialisasikan ke masyarakat bahwa kehadiran Indomaret tidak akan mengganggu pedagang kecil lainnya, karena menurutnya, tiap pelaku usaha memiliki pangsa pasar masing-masing.

“Harapan saya kepada pak Camat dan Lurah agar dapat mensosialisasikan kepada masyarakat karena itu penting, bahwa eksistensi Indomaret tidak serta-merta mengambil alih, masing-masing mempunyai pangsa pasar,” tuturnya.

Di akhir sambutannya ia mengucapkan terima kasih dan selamat kepada Indomaret yang telah beroperasi di Pasarwajo. Ia berharap semoga kehadiran Indomaret dapat membawa kesadaran dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, pimpinan Indomaret Adi jati Kusumo, mengucap syukur atas berdirinya Indomaret di Kabupaten Buton. Ia berharap dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Indomaret, kata dia, akan menyerap tenaga kerja di Kabupaten Buton, serta akan memberdayakan UMKM lokal dengan mengadakan pelatihan dan seminar.

“Dalam hal sosial kemasyarakatan bahwa yang pertama kami punya misi, toko-toko kami yang ada di Buton 100 persen harus karyawan asli Buton. Saat ini sudah ada 12 karyawan yang kami rekrut. Misi kami berikutnya ingin ikut serta memajukan UMKM lokal, insya Allah dalam waktu dekat ini akan mengadakan kegiatan agar produk mereka dapat bersaing dengan mengadakan seminar,” ungkapnya.(adv)