Baubau – Perayaan Haroana Baubau dengan tema “posaangu tokalapena liputa” yang berarti bersatu untuk kebaikan negeri, selesai sudah dilaksanakan. Pj Walikota Baubau, Rasman Manafi resmi menutupnya saat malam puncak acara, Kamis (17/10/2024).
Acara tersebut turut dihadiri perwakilan Pj Gubernur Sultra, Pj Wali Kota Kendari, Pj Bupati Kolaka, Pj Bupati Konawe, Pj Bupati Bombana serta Pj Bupati Buton Selatan.
Pj Wali Kota Baubau Rasman Manafi, mengatakan, Haroana Baubau bertema Posaangu Tokalapena Liputa menjadi motivasi untuk memastikan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dapat terlaksana dengan baik dan sukses, dengan mengedepankan persatuan dalam perbedaan.
“Pilihan boleh berbeda tapi silaturahmi tetap terjaga dalam membangun Kota Baubau dengan menguatkan kecerdasan, kreativitas, dan budi pekerti yang baik, sehingga pertumbuhan infrastruktur, sosial budaya, ekonomi, dan lingkungan berjalan searah dengan cita-cita pembangunan kota baubau kedepan,” ungkap Rasman Manafi.
Pada puncak acara tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama atau MoU penanganan Inflasi daerah dengan beberapa daerah yang ada di Sultra sebagai tujuan untuk bersama-sama membangun sinergitas dalam pengendalian inflasi daerah.
Kerja sama yang bertujuan untuk meningkatkan stabilitas harga komoditas yang dapat memperkuat ekonom lokal serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat tersebut dilakukan dengan Pemkot Kendari, Pemkab Kolaka, Pemkab Konawe dan Pemkab Bombana dan ditandai dengan penandatanganan MoU antara Pj Wali Kota Baubau dengan Pj Wali Kota Kendari, Pj Wali Kota Baubau dengan Pj Bupati Kolaka, Pj Wali Kota Baubau dengan Pj Bupati Konawe serta Pj Wali Kota Baubau dengan Pj Bupati Bombana bertujuan untuk dapat meningkatkan stabilitas harga komoditas yang dapat memperkuat ekonomi lokal.
Penandatanganan MoU juga diikuti kepala-kepala OPD masing-masing daerah yakni Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kadis Perdagangan dan Perindustrian, Kadis Perikanan.
Sementara itu, KotaBaubau pada moment penutupan Haroana Baubau bersama lima daerah Kabupaten/Kota di wilayah Sultra kepulauan bersama Bappeda Provinsi juga telah menginisiasi usulan pengembangan pertumbuhan blue economy baru di Sultra Kepulauan untuk menjadi pilot project kawasan strategis nasional dalam RPJMD 2025-2029.












