Batauga – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Selatan (Busel) terus mendorong Kecamatan Lapandewa sebagai ladang produksi bawang merah di Buton Selatan. Apalagi bawang merah merupakan salah satu komoditi yang berpengaruh terhadap inflasi daerah.
Pj Bupati Buton Selatan, Parinringi menyebutkan sejak lama Lapandewa dikenal sebagai daerah pertanian penghasil bawang merah. Hasil panen bawang di daerah ini cukup menjanjikan untuk menekan laju inflasi daerah mengingat bawang merah menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat.
Hal itu ditegaskan Pj Bupati Buton Selatan Parinringi dalam kunjungan kerja di Desa Lapandewa Kaindea untuk melakukan panen bawang merah sebagai komoditi perkebunan unggulan di Kecamatan Lapandewa, Sabtu (24/8/2024).
“Alhamdulillah hasil panen bawang merah di Lapandewa Kaindea ini cukup menguntungkan. Kunjungan kita selain melihat langsung kegiatan pertanian, ini juga bagian dari penanganan inflasi,” ujarnya.
Parinringi menyadari untuk meningkatkan produksi bawang merah diperlukan kehadiran pemerintah, melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis yakni Dinas Pertanian setempat. Parinringi menyebutkan ke depan akan dibuatkan grand design sehingga segala kendala yang dialami petani dalam diatasi dengan baik.
“Dengan kehadiran kita bersama dengan teman-teman hari ini nanti kita akan buat semacam grand design yang kita lihat wilayahnya masih luas. Informasi yang kita terima pada bulan tertentu masih terkendala air, ada juga pada bulan tertentu pengaruh hujan, sehingga ini yang harus kita atur,” terangnya.
Parinringi memastikan pihaknya bersama jajaran, Sekda, OPD, Camat, dan Kepala Desa akan selalu berkolaborasi untuk kemajuan Kabupaten Buton Selatan.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Provinsi Sultra ini menegaskan pertanian dan perkebunan adalah salah satu dari sektor prioritas Pemkab Buton Selatan yang terus digenjot dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Termasuk sektor perikanan dan juga Pariwisata. (Adv)












