Buton  

Basiran Tekankan Penyedia Jasa Konstruksi Serius Terapkan Budaya Keselamatan Kerja

Pasarwajo – Pj Bupati Buton, Basiran menekankan peran seluruh stakeholder jasa konstruksi terutama pengguna dan penyedia jasa konstruksi (Konsultan, Kontraktor, Subkontraktor, Vendor) untuk lebih serius dalam menerapkan budaya kontruksi berkeselamatan.

Hal itu dikatakan Basiran ketika membuka Bimbingan Teknis Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar, di Aula Hotel Buton Raya, Pasarwajo, Selasa, (8/11/2022).

Penekanan tersebut bukan tanpa alasan. Kata Basiran, dari data berbagai sumber menunjukan di tahun 2015 misalnya sektor konstruksi menjadi penyumbang terbesar kecelakaan kerja yakni sekitar 32 persen dari total kasus kecelakaan kerja di Indonesia.

Jumlah itu berbeda jauh dari sektor transportasi yang menyumbang angka kecelakaan sebesar sembilan persen, kemudian pertambangan dua persen.

Basiran mengungkapkan, hasil penelitian menunjukan bahwa faktor penyebab dari kecelakaan kerja, contohnya pekerjaan infrastruktur jalan, 87 persen dikarenakan human error, disusul faktor alat. Sisanya, faktor lain seperti cuaca dan lingkungan.

“Oleh sebab itu, peranan PUPR Makassar jauh-jauh ke Buton menggelar bimbingan teknis SMKK ini sangat penting karena menyangkut nyawa manusia dan keselamatan kerja atau sistem manajemen keselamatan konstruksi,” kata Basiran.

Kepala BPKAD Sultra ini Buton berharap kecelakaan yang terjadi di tahun 2015 dapat ditekan dan diminimalisir pada masa masa mendatang dengan adanya bimbingan teknis sistem manajemen keselamatan konstruksi ini untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja konstruksi di bidang K3 diyakini mampu mengurangi terjadinya kecelakaan konstruksi.

Sementara itu, perwakilan Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah Makassar, Andi Sirajudin S.S, mengatakan, Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terus mendorong penyelenggaraan bimbingan teknis sistem manajemen keselamatan konstruksi untuk mengembangkan Jasa Konstruksi yang bersaing dengan baik untuk meningkatkan kompetensi yang berkualitas dan keselamatan dalam bekerja.

Ia juga mengatakan Budaya keselamatan kontruksi dalam masyarakat merupakan upaya nigigatif terhadap kemiskinan, timbulnya kegagalan konstruksi maupun kegagalan bangunan.

Andi Sirajudin juga menyampaikan terdapat lima permasalahan strategis yang mengakibatkan penerapan kerja keselamatan konstruksi tidak berjalan dengan baik, diantaranya masih banyaknya kegiatan kontruksi tidak memperhatikan keselamatan kontruksi, masih kurangnya tenaga ahli secara kualitas dan kuantitas, masih kurangnya pengawasan keselamatan selama kegiatan, masih kurangnya keselamatan kontruksi dari ahli keselamatan kontruksi serta regulasi belum menundukung sehingga diperlukan tranformasi kebijakan.

Diketahui Bimtek SMKK merupakan kerja sama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Buton.

Peserta Bimbingan Teknis SMKK berjumlah 50 Orang yang terdiri dari sembilan Peserta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Teknis Lingkup Pemda Buton, 23 Peserta dari Penyedia dan 18 Peserta Umum.

Hadir pada kesempatan itu, Mantan Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah Makassar sebagai Narasumber Ir. H. Faisal Lukman, MT. CSE, IPM, Asisten II Kabupaten Buton, Murad, SP, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Buton M. Wahyudin M.ST, M.Si, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buton, Syafaruddin SKM M.Kes