Baubau – Salah seorang oknum Guru di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Baubau diduga melakukan pengancaman terhadap siswanya.
Hal itu terkuak dari pengakuan seorang Wali siswa berinisial Yr. Dalam keterangannya, Yr mengaku bila anaknya telah mengadu pada dirinya setelah mendapat ancaman dari oknum tenaga pendidik berinisial Sl.
Sl kata dia, mengancam anaknya dan siswa lain bahwa rapornya akan ditahan. Ancaman itu akan dilakukan jika tidak membawa bantal dan tikar.
Sebagai orang tua, Yr tidak menerima tindakan oknum guru tersebut. Yr menilai permintaan bantal dan tikar terkesan pemaksaan dan membani siswa termasuk orang tua.
“Tidak usahlah pake ancaman begitu, karena tidak semua anak-anak tidak semua mampu, ada juga yang tidak mampu,” ungkapnya.
Kepala SMAN 2 Baubau, La Hidi saat dikonfirmasi, mengungkapkan bahwa Ia belum mengetahui informasi pengancaman tersebut.
La Hidi memang mengakui tentang himbauan untuk membawa tikar dan bantal. Peralatan tersebut rencananya disiapkan bagi kontingen Konawe Selatan (Konsel) sekira 250 orang yang akan mengikuti kejuaran Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) Sultra di Baubau. Dimana kontingen ini akan menginap sementara di SMAN 2 Baubau.
“Beberapa pekan lalu telah didatangi dari KONI Baubau. KONI berpesan untuk siapkan tempat di sekolah buat kontingen dari Kosel sebanyak 250 lebih,” ungkap La Hidi ditemui, Kamis (17/11/2022).
“Untuk itu, kita siapkan sarana air bersih, penerangan (lampu), dan saya juga arahkan siswa untuk membawa bantal sama tikar, untuk kelas satu sama kelas dua,” sambung La Hidi.
Hanya saja lanjut La Hidi, himbauan itu tidak bersifat keharusan dan pemaksaan kepada siswa.
Sebab itu, kata dia, jika memang informasi pengancaman itu benar adanya, maka pihak sekolah akan melakukan tindakan terhadap oknum guru bersangkutan.












