Labungkari – Praja dan Purna Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) se-Kepulauan Buton (Kepton) menggelar acara silaturahmi di gedung Kesenian Lakudo, Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Selasa (3/1/2023).
Kegiatan ini di hadiri Pj Bupati Buton Drs Basiran MSi, Pj Bupati Buteng Muhammad Yusup, anggota DPD RI d Amirul Tamim, Sekda Kota Baubau Roni Muhtar, seluruh sesepuh purna praja alumni IPDN, ketua IKAPTK dan anggota se-kepulauan Buton.
IPDN sendiri merupakan Lembaga Pendidikan Tinggi Kedinasan di bawah Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri), yang menyelenggarakan pendidikan tinggi kepamongprajaan dan menyiapkan kader pemerintahan dalam negeri di lingkungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Terdapat sederet cerita sejarah panjang dibalik nama besar IPDN yang sebelumnya bernama Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN)- Institut Ilmu Pemerintahan (IIP), Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) ini.
Dikutip dari sejumlah sumber, IPDN lahir berawal dari tahun 1920 dengan nama Opleiding School Voor Inlandshe Ambtenaren (OSVIA) dan Middlebare Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren (MOSVIA), Opleiding School Indische Ambtenaren (OSIBA) dimana para lulusannya sangat dibutuhkan dan dimanfaatkan untuk memperkuat penyelenggaraan pemerintahan Hindia Belanda.

Dalam kesempatannya, mewakili Ketua Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongrajaan (IKAPTK) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Basiran mengungkapkan, saat ini alumni sekolah pamongpraja di Sultra berjumlah sekira tiga ribu orang. Jumlah ini sudah termasuk para Praja atau Mahasiswa yang sementara kuliah di IPDN. Nominal tersebut, bukanlah angka yang sedikit.
Dari jumlah tersebut, kata alumni Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Baubau ini, sebagian besar diantaranya telah mengabdikan diri di Lingkungan Pemerintah cakupan Provinsi Sultra.
“Di 17 kabupaten dan kota di Sultra juga telah memiliki alumni STPDN yang sudah mengabdikan diri di lingkungan Pemerintah,” kata Basiran.
Selain itu, kata Basiran, dari 17 Kabupaten/Kota cakupan wilayah Sultra, terdapat tiga daerah yang Kepala Daerahnya di jabat alumni IPDN.
Tiga daerah yang dimaksud urai alumni Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) Jakarta pada 1995-1998 ini yaitu, Kabupaten Muna Barat, Kota Kendari, serta Kabupaton Buton, dimana Basiran menjadi Pj Bupati.
Basiran menjelaskan, pemilihan sebagai Pj Bupati tentu bukan secara kebetulan, melainkan telah melalui seleksi serta pertimbangan kinerja dan prestasi. Sebab itu, sebagai alumni purna praja dia mengajak untuk berprestasi dan berkinerja baik serta berkontribusi bagi penyelenggaraan pemerintahan.
“Kepada praja, Saya harapkan untuk semangat berprestasi dan tidak melihat keturunan atau background tapi anda tunjukan yang terbaik untuk negara. Jangan pernah ragu atas cibiran, sendirian, koreksi dari siapa saja dan bekerja sebagai kader. Di belakang anda banyak yang membantu sepanjang anda tulus,” sambung Pj. Bupati Buton.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sultra ini mengingatkan pada para alumni IKAPTK, serta praja untuk selalu bersilaturahmi dengan senior guna saling memberi masukkan dan nasehat.
Disatu sisi, Basiran juga mengajak setiap abdi Pemerintahan untuk menunjukkan kapasitasnya, kemampuan, prestasi, serta kinerja secara maksimal.
“Atas nama DPP-IKAPTK mengucapkan selamat kepada teman teman se-Kepton yang telah hadir pada silaturahmi kali ini. Semoga bukan hanya terjalin di sini namun bisa terjalin di mana pun kita bertugas. Anda jangan berdiri ekslusif di jajaran Perguruan tinggi daerah tetapi anda juga harus berkontribusi yang baik sebab kita mampu karena atas dukungan kampus-kampus lain yang ada di Sultra,” ungkap Basiran.

Sementara itu, Pj Bupati Buteng, Muhammad Yusup dalam sambutannya mengatakan pertemuan alumni seperti ini adalah harus senantiasa digalakan sebagai sharing pengalaman dan tukar pendapat dalam mengemban amanah sebagai pamong abdi masyarakat, serta senantiasa dituntut untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
Dengan kehadiran para senior dan alumni IPDN kata Yusup, memberikan energi dan semangat motivasi kepada generasi penerus IPDN untuk dapat menimba ilmu dan gagasan yang dapat diterapkan dalam tupoksi dan amanah yang diemban seperti Amirul Tamim dalam memimpin Kota Baubau selama 10 tahun yang dapat merubah wajah indah Kota Baubau.
Dia menambahkan, sejak kepemimipinannya sebagai Pj Bupati Buteng sekira 6 bulan, semua alumni purna praja Buteng mendapatkan jabatan strategis yang diharapkan dapat membantu tugas pokok dalam menjalankan roda pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.
Dia mengajak tiap alumni IPDN menjadi negarawan yang berdiri diatas semua golongan. Kemudian para alumni yang tersebar diberbagai daerah, juga harus fokus menjaga momentum pembangunan. Acara reuni akbar ini, menjadi kegiatan untuk menyegarkan memori kenangan saat di didik kawah candradimuka bernama IPDN, sekaligus menguatkan komitmen berbakti pada negeri.
“Saya berharap dengan silaturahmi ini ada kerjasama antar daerah yang dapat saling mendukung program pembangunan yang saling terkoneksi antar daerah dijazirah kepulauan Buton”, pungkasnya. (**)












