Pasarwajo – Penjabat (Pj) Bupati Buton, Basiran kembali mengingatkan warga untuk menjaga persatuan dan tali persaudaraan dalam menghadapi Pemilu 2024. Ini disampaikan saat melanjutkan rangkaian kegiatan Safari Ramadannya di Masjid Raya Pasarwajo, Nurul Yaqin.
“Jadi apapun partainya, apapun gambarnya kita tetap satu kesatuan, sehingga siapapun pemimpin yang terpilih akan membawa keberkahan,” kata Basiran saat menyampaikan ceramah.
Dalam kesempatan itu Basiran mengatakan bahwa tujuan inti dari Safari ramadan ini adalah bersilaturahim dengan masyarakat Kabupaten Buton terkhusus jamaah masjid yang hadir hari itu.
“Alhamdulillah di awal-awal ramadhan Saya selaku Penjabat Bupati Buton sudah berkeliling di Kabupaten Buton, mulai dari Kecamatan Kapontori hingga Wabula dan untuk Kecamatan Pasarwajo malam ini adalah masjid yang keempat,” kata Pj. Bupati Buton.
“Selanjutnya memasuki malam ke-24 ini kita sudah melalui tahapan terakhir yakni 10 malam pertama, 10 malam kedua dan 10 malam terakhir. Istilahnya kita sudah memasuki estafet yang terakhir atau masuk babak Semi Final. Insya Allah di hari Idul Fitri nanti kita akan menjadi manusia yang suci bersih, suci hati dan pikiran,” katanya.
Ia menambahkan sebagai penjabat Bupati pihaknya hanya melaksanakan tugas, mengisi kekosongan, mengisi ketidakadaaan Bupati yang dipilih oleh rakyat. Sehingganya Gubernur Sulawesi Tenggara melalui Mendagri dan Presiden RI memerintahkan Penjabat Bupati untuk mengisi kekosongan ini.
“Tetapi mengisi kekosongan tentu mempunyai nilai, menjalankan amanah salah satunya memberikan peringatan serta nasehat-nasehat kepada masyarakat Kabupaten Buton untuk tetap rukun dan damai. Mudah- mudahan dengan kehadiran Saya di beberapa masjid selama bulan Suci Ramadhan akan menjadi bukti kalau saya telah menjalankan Amanah tersebut,” katanya.
“Jangan hanya nafsu atas segala sesuatu, nafsu atas sebuah jabatan, nafsu atas kekayaan sehingga kita hancurkan nilai-nilai budaya yang sudah dibangun oleh para leluhur. Untuk itu Saya memakai Tagline Buton Selalu di Hati agar seluruh masyarakat Buton bisa Bersatu, tanpa sekat sehingga kita tidak bisa dipisahkan. Untuk itu mari kita satukan hati, satukan langkah agar nilai-nilai kerukunan tidak luntur diakibatkan adanya administrasi kewilayahan,” pungkasnya.












