Baubau – Untuk menekan Stunting di tahun 2024, Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse Memberikan Penguatan pada Keder Tim pendamping Keluarga yang tersebar di 43 kelurahan.
Tim Pendamping Keluarga yang selama ini menjadi ujung tombak untuk memerangi stunting berjumlah 300 orang terdiri atas 100 orang bidan, 100 kader PKK serta 100 orang kader KB. Mereka tersebar di 8 Kecamatan dan 43 kelurahan se-Kota Baubau.
Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse mengatakan, Stunting sudah menjadi isu Nasional di Indonesia, sehingga bapak presiden Republik Indonesia (RI) Jokowi sudah menjadi target utama untuk menurunkan Angka Stunting, Oleh karena itu, untuk mencapai target Nasional angka stunting menjadi 14 persen ditahun 2024, Pemkot Baubau harus mampu menurunkan angka stunting sebanyak 12 persen pada tahun ini karena prevalensi stunting masih berada diangka 26 persen.
“Saya percaya pada kader penyuluh, apapun yang kita capai itu adalah kerja keras kalian, Karena data terakhir Kota Baubau berada 27 persen sehingga tampa kerja keras kalian sehingga penurunan 1 persen dari 27 persen hingga kita capai 26 persen,” kata Monianse didepan Keder tim penyuluh se-Kota Baubau, Selasa (23/2023).
Orang nomor Satu dikota Baubau mengaku, Untuk menekan Angka Stunting, maka ia akan melibatkan semua pegawai kota Baubau untuk memerangi stunting. Karena sangat dibutuhkan agar penurunan angka stunting bisa semakin cepat.
“Di Kota Baubau ini ada 5.000 ASN, kami dari pemerintah akan menggerakkan semua, agar konsep tentang Stunting dapat memenuhi target sehingga jadi kerja kita bersama,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Kepala DPPKB Baubau, Ali Arham menuturkan, berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, prevalensi stunting di Baubau masih berada diangka 26 persen atau hanya turun satu persen dari data tahun 2021 diangka 27 persen. Sementara, pemerintah pusat menargetkan angka stunting turun menjadi 14 persen di tahun 2024.
“jadi, Tugas Tim Pendamping Keluarga melaksanakan pendampingan meliputi penyuluhan, fasilitasi penerimaan program bantuan sosial dan pengamatan berkelanjutan untuk mendeteksi dini resiko stunting dengan sasaran calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca persalinan dan balita,”jelasnya.
Ia juga menjelaskan, sebagaimana yang telah disampaikan Wali Kota Baubau, agar ke depan semua pegawai dapat terlibat menurunkan angka stunting. Apalagi saat ini, pihaknya mendata, masih ada sebanyak 5.490 keluarga di Baubau beresiko stunting.
“Jadi, relevansinya adalah bagaimana mengawal pada keluarga yang beresiko Stunting, kemudian mereka juga berkunjungan dari rumah-kerumah serta mengambil sampel datanya,”jelasnya. (Firman)












