Baubau – Dalam rangka hari jadi Kota Baubau yang ke-482 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Baubau ke-22 sebagai daerah otonom, Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau bakal menggelar tradisi Pekande-kandea di halaman upacara Kantor Walikota Palagimata pada Selasa (17/10/2023).
Dalam kegiatan itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) dan Dinas Sosial Kota Baubau dipercaya sebagai penananggung jawab penyelenggaraan secara teknis.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Abdul Rahman menjelaskan acara Pekande-kandea yang digelar merupakan rangkaian kegiatan Hari jadi HUT Kota Baubau ke-22. Tujuannya sebagai rasa syukur dan berkah yang diberikan sang pencipta sehingga Pemkot mengadakan syukuran.
“Jadi, Pada zaman dahulu pekande-kandea sudah ada dan merupakan tradisi upacara adat Wolio sebagai rasa syukur kepada Allah Subhana Wataala atas rezeki yang telah diberikan,” jelas Rahman ditemui dihalaman Kantor Walikota Baubau, Jum’at (13/10/2023).
Menurut mantan Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora), tradisi pekande-kandea merupakan warisan leluhur yang hingga kini masih dilestarikan. Dulunya, tradisi ini dimaksudkan untuk menyambut pulangnya para Laskar kesultanan Buton dari medan perang. Kemudian Pekande-kandea juga merupakan ajang mencari jodoh muda mudi pada saat itu.
“Tetapi saat ini nilai-nilai sudah berubah seiring berkembangnya zamannya. Jadi, sekarang Pekande-kandea di pake untuk menjamu para tamu undangan yang datang, dan insyaallah Pj Gubernur akan datang untuk acara pekande-kandea,” jelasnya.
Mantan Kepala Dinas Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKSDM) menuturkan, Pesta adat tahunan pekande-kandea menyiapkan ratusan talang yang ada didalam tenda serta melibatkan SD, SMP, SMA, SMK dan Puskesmas untuk acara tompa (suap).
“Sekitar 100 talang lebih yang kami siapkan untuk acara pekande-kandea dan semua mengenakan pakaian adat Buton,” beber Rahman.












